Linksys WRT54G merupakan Broadband Router yang dilengkapi dengan wireless b/g. WRT54G dapat dijadikan sebagai server gateway untuk koneksi internet anda, umumnya yang berkonseksikan "broadband internet accses". Untuk mengkonfigurasi router ini sangatlah mudah. Berikut langkah-langkahnya
Pertama"Setting IP WAN & LAN" :
- Siapkan/nyalakan Router Linksys WRT54G anda.
- Sambungkan kabel data (UTP Straight kabel) ke port LAN komputer/Laptop Anda.
- Setting IP pada komputer/laptop anda menjadi DHCP agar lebih mudah.
- cek ip, netmask dan gateway yang diterima komputer anda.
- buka browser anda dan masukkan ip gateway komputer anda tadi, defaultnya http://192.168.18.1/ .
- Nah, akan muncul form password untuk akses ke routernya, default user/pass : admin
- Pada internet Connection Type nya silahkan dipilih : DHCP atau Static, ini tergantug ISP yang Anda gunakan.
- lalu masuk ke settingan Network Setup, Settingan LAN sesuai keinginan anda atau biarkan saja untuk default.
Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.
-Untuk Time Zonenya pilih GMT+7 untuk indonesia, yang laen terserah Anda.
- lalu Save Setting.
- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kabel sudah dapat terkoneksi ke internet.
Kedua "Settingan WIFI" :
- pilih Menu Wireless
- wireless network mode sebaiknya dipilih Mixed agar support ke tipe wifi b dan g
- ganti SSID sesuai kemauan Anda.
Untuk SSID Sebaiknya menggunakan Huruf Kecil Semua, dan ganti spasi dengan garis bawah untuk mencegah, beberapa perangkat wifi penerima yang tidak support.
- wireless Channel silahkan dipilih default aja, kecuali ditempat anda terdapat wifi/hotspot lain.Nah, untuk hal ini bisa anda ganti dengan channel yang belum terpakai.
- lalu pilih Save Setting.
- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kable & WIFI sudah dapat terkoneksi ke internet.Untuk mengamankan koneksi WIFI anda, sebaiknya anda memasang security pada wifi anda.Tipe security anda bisa berupa WEP atau WPA. namun untuk lebih universal pilih saja WEP yang 64 bit.
Cara konfigurasinya :
- pilh Menu Wireless - Wireless Security.
- pilih security mode = WEP
- pilih default transmite key = 1
- pilih WEP Encryption = 64 bits10 hex digits
- masukkan passphrase dan klik generate, Maka akan tercipta 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, (karena anda memilih defaul transmitenya = 1).
-Lalu save setting
- Nah koneksi WIFI anda sekarang sudah Secure (dalam artian memiliki password dan terenkripsi).
sumber:google.com
Jumat, 22 Mei 2009
Rabu, 20 Mei 2009
Setting Hotspot menggunakan Linksky Wirelless
1. Pasang kabel power ke listrik, dan colokin ke LinkSys WRT54G
2. Tekan tombol reset di LinkSys WRT54G untuk membuat setingan jadi default, caranya adalah menekan tombol reset di belakang LinkSys WRT54G dengan menggunakan klik ato korek api kayu ato apapun. Tekan selama 1 jam ( tekan selama 10 detik aja ).
3. Pasang kabel LAN ke LinkSys WRT54G. Kabel Lan ini adalah kabel yang menghubungkan HUB dengan PC (kalo cara manual). Asumsi ini adalah LAN sudah berjalan, dan anda cuman menjadikan wireless sebagai alternatif tuk koneksi LAN.
4. Siapkan 1 komputer yang juga terhubung dengan jaringan yang sama, untuk mensetting LinkSys WRT54G.
5. Default IP address dari LinkSys WRT54G adalah 192.168.1.254, maka buka saja web browser, dan ketik \\192.168.1.254
6. Setelah anda masuk ke halaman setting, username kosongi saja, password anda isi admin. Klik ok.
7. Setelah anda login, silahkan pilih Wireless, dan pastikan kepilih MIXED
8. Klik Wireless-Security, pilih security mode dengan WEP, gunakan encryption 40/64, isi pharaphrase, dan klik Generate. Untuk TX Key pilih angka 1 aja
9. Setelah anda generate, maka akan muncul 4 macam password, bila anda pilih TX Key = 1, maka password yang anda perlukan adalah Key 1. Setting password disini sangatlah penting, agar LAN anda tidak di acak2 oleh orang yang gak berkepentingan.
10. Save setting
1. Hidupkan laptop anda, dan aktivkan wirelessnya, atau bila anda menggunakan PC, hidupkan wireless dongle dan aktifkan wifi nya.
2. Akan terlihat WIFI connenction bernama LinkSys,
3. Pilih koneksi itu, dan klik CONNECT
4. Anda akan ditanyai password, isilah dengan password 1 tadi (KEY 1)
5. Anda akan otomatis terkonek dengan LAN dengan WIFI
Bila Lan anda tersebut terhubung dengan SPEEDY, maka akan otomatis Laptop anda bisa untuk mengakses Internet pula
Read More......
Sabtu, 02 Mei 2009
Nama-nama virus
1.Virus Boot Sector
Virus ini menggandakan dirinya dengan memindahkan atau menggantikan bootsector asli dengan program bootinng virus.sehingga saat terjadi booting maka virus akan di-load ke memory dan selanjutnya virus akan mempunyai kesamaan kemampuan mengendalikan hardware .contoh :
a. Varian Virus Wyx :yang akan menginfeksi Boot Record dan floppy.
b. Varian V-sign : menginfeksi Master Boot Record(MBR)
c. Michelangelo : Memformat hardisk jika tanggal di komputer mrnunjukan tanggal 6 maret.
2.Virus TrojanTrojan adalah replika atau duplikat virus.sifat trojann bekerja dengan sendirinya pada sebuah komputer,sifatnya adalah mengontrol computer secara otomatis.Trojan sama sepertinya seperti file biasatapi tidak dapat memproduksi diri.Ketika sudah diinstal atau di jalankan ,Alogaritma perusakan baru akan dilakukan,jadi berhati-hatilah apabila kita ingin membuka suatu file yang kita tidak ketahui atau mendownload secara sembarangan.contoh Virus :
a. Trojan.Shipili :jenis trojan horse yang menginstal dirinya sendiri dan memiliki kemampuan mendisable hardware
b. Back Oriffice : merupakan trojanpaling terkenal pada masanya karna dibuat untuk mengendalikan koomputer korban yang berbasis windows
3.Virus Worm
worm dikenal sebagai cacing internet fungsi utamanya adalah untuk melakukan serangan dan mengambil data serta mengirimkan email palsu.tetapi bisa dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.Virus ini bukanlah virus yang sepenuhnya karna worms tidak merusak file hanya dapat menduplikasikan dirinya dengan sanagat cepat.Virus ini dapat dibuat hanya dengan bantuan notepad dan di save dengan extensi *.bat.Contoh Virus :
a. W32.Bonitoo :worm ini menggunakan ikon yang berubah ubah,mendisable System File Protection pada OS berbasis NT dengan cara merubah registry.
b. W32.Spybot.Worm : merusak data dengan sangat cepat
sumber :http://www.smartblog.co.cc/2009/02/jenis-jenis-virus.html
Berbeda dengan domain global (.com, .net, .org dsb), domain dengan ekstensi dari Indonesia jarang diminati karena memiliki ekstensi dua kali misalnya : .co.id, web.id dsb.
Selain itu domain lokal Indonesia juga memiliki prosedur yang cukup rumit dalam proses pendaftarannya sehingga bisa dipahami peminat domain lokal tak sebanyak domain global. Berbeda dengan domain global seperti .Com dan .Net yang siapapun boleh untuk mendaftarkan domain tersebut tanpa proses berbelit, siapa cepat dia dapat kecuali domain yang mengarah ke jelas-jelas nama sebuah perusahaan atau nama tokoh ternama.
b.Hosting
Banyak tawaran hosting gratis namun biasanya selalu ada banner atau iklannya sehingga mengganggu tampilan situs Anda. Hosting gratis tentu saja tidak menyediakan semua fasilitas penuh untuk mengelola website.
Indonesia adalah negara yang akses internetnya belum menggembirakan, jauh dari harapan baik dari segi kecepatan maupun harga. Dengan kata lain, selain kecepatan internet di Indonesia masih lambat, harganya pun mahal.
Untuk memecahkan problem ini, banyak penyedia layanan web hosting akhirnya menggunakan webserver dari Amerika Serikat. Akses broadband di negara ini terbentang lebar dan terjangkau. Oleh karena itu, memelihara webserver di Indonesia selain secara material mahal banget juga dari sisi aksesibilitas tak sepadan. Karena itulah kami memilih Amerika Serikat sebagai lokasi webserver. Lokasi kami berada di jajaran data center dari ribuan website terkemuka di muka bumi.
d.Domain Name Server (DNS)
Dengan memasukkan paramaeter nameserver ke isian nameserver sebuah kontrol panel Domain Name System (DNS), maka domain kita akan bisa diarahkan untuk hosting di server yang dituju.
* Surat elektronnik.
* Diskusi / konferensi secara elektronik.
* Pengiriman berkas / file secara elektronik
* Akses pada distributed database.
* Fasilitas talnet untuk kerja pada komputer yang berjauhan.
sumber :http://pendtium.7forum.net/itfiesta-f6/about-domain-hosting-web-server-domain-name-serverdns-t2.htm Read More......
Sabtu, 18 April 2009
Membuat hotspot dan Install Billingnya sendiri
Untuk berjualan akses Hotspot, diperlukan sebagai berikut :
1. Akses Internet
2. Access Point
3. Hardware/Server untuk Web, Otentikasi, dan Billing (siapkan 2 interface network). Hardware berupa PC biasa, namun sebaiknya yang cukup handal agar cepat aksesnya.
4. Software server Web, Billing, dan Otentikasi
Jika Anda belum memiliki software server billing, EasyHotspot bisa menjadi salah satu pilihan, selain banyak software billing gratis di www.sourceforge.net. EasyHotSpot ini merupakan software billing “rakitan” anak Indonesia (tapi bukan saya yang “membuat”nya). Saya menyebut rakitan, karena merupakan “penyatuan” dari kepingan-kepingan aplikasi OpenSource seperti Linux (XUbuntu), MySQL, ChilliSpot, dll.
EasyHotSpot yang bisa didownload, berupa image CD yang bisa langsung di-burn, dan dijalankan. Dibangun di atas sistem operasi XUbuntu (salah satu modifikasi dari Ubuntu Linux, aliran distro Debian), terdiri dari FreeRadius (untuk Otentikasi), MySQL (database server), dan Chillispot (server gateway/captive portal).
Karena sudah dipersiapkan dan dipaketkan, EasyHotSpot ini cukup menghemat waktu dan energi dalam pembangunan hotspot di hotel/restoran/cafe/atau apapun.
Feature yang ada di EasyHotSpot ini antara lain :
1. User Management
2. Pembuatan/Penghapusan Voucher secara acak (biasanya untuk prepaid)
3. Perencanaan Billing (berdasarkan durasi/waktu)
4. Statistik (siapa yang online dan penggunaan harian)
5. Konfigurasi
Rabu, 15 April 2009
Jaringan Komputer diBandung
Jaringan computer pra-internet di Bandung dimulai dari salah satu lembaga pendidikan besar di Bandung, ITB. Ketika itu sejumlah mahasiswa yang memiliki hobby elektronika, khususnya di bidang computer dan radio amatir memiliki ide untuk menghubungkan computer local antar jurusan. Ide ini banyak juga dipengaruhi oleh sejumlah akademisi ITB yang kembali setelah menyelesaikan studinya di luar negeri, dan mereka sangat mengharapkan adanya sambungan internet, minimal di lingkungan kampus ITB. Ketika itu satu-satunya sambungan internet yang bisa dilakukan adalah melalui UI, dengan biaya yang mahal karena menggunakan sistem dial up / via line telepon dengan sambungan interlokal. Sementara jaringan/network sambungan antar computer di lingkungan ITB sendiri belum terbentuk. Satu-satunya jaringan / network yang ada adalah di PIKSI (Pusat Ilmu Komputer Seluruh Indonesia) ITB.
Akhirnya, pada tahun tahun baru 1993, seorang anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB, Suryono Adisoemarta kembali dari Texas, Amerika Serikat, setelah menyelesaikan studi S2-nya. Bersama-sama dengan beberapa anggota ARC ITB, antara lain Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin dan didukung oleh Adi Indrayanto, mereka mencoba mengembangkan gateway packet radio di ITB, dan akhirnya mereka berhasil membuat jaringan sambungan internet dengan menggunakan Radio Paket ke IPTEKNET melalui LAPAN, dengan menggunakan modem Terminal Node Control (TNC) pinjaman dari Muhammad Ichsan, alumnus ITB yang bekerja di LAPAN. Pemilihan teknologi radio paket ini dengan pertimbangan bahwa menggunakan gelombang radio jauh lebih murah dibandingkan menggunakan dial up dengan sambungan interlokal; walaupun kecepatan / speed sambungannya lambat sekali.
Akhir tahun 1993, Onno W. Purbo kembali setelah menyelesaikan studi Ph.D.nya di Canada. Ia membawa banyak pengetahuan, antara lain tentang dasar-dasar pengembangan jaringan computer dan teknologi paket radio. Kemudian bersama sejumlah anggota ARC ITB, Ia mendirikan hobby group baru yang kegiatannya difokuskan pada riset dan pengembangan jaringan computer dan upaya untuk membuat sambungan ke jaringan internet global. Group ini kemudian dikenal dengan Computer Network Research Group (CNRG).
Dengan bantuan Onno W. Purbo, ide untuk membuat jaringan computer local ITB mulai diwujudkan. Dengan menggunakan paket radio, jaringan dimulai dengan menghubungkan computer antar Himpunan mahasiswa di ITB. Pengetahuan mengenai adanya jaringan computer / computer network ini cepat menyebar karena anggota-anggota CNRG terdiri dari akademisi yang berasal dari berbagai jurusan, sehingga semakin banyak Himpunan yang kemudian ikut bergabung dengan jaringan tersebut.
Kemudian pada pertengahan 1994, setelah melalui proposal serta sejumlah pembicaraan, CNRG memperoleh bantuan sambungan internet melalui Leased Line dari Telkom, melalui direktur RisTi Telkom, Suryatin Setiawan, yang juga merupakan alumnus Teknik Elektro ITB. (Lim, 2005). Speed / kecepatan sambungan leased line seharusnya 64Kbps, namun saat itu speed yang didapat hanya 28.8 Kbps; masih tetap lambat, namun sedikit lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan radio. Sambungan dengan leased line ini sangat membantu perkembangan jaringan local ITB. Ketika jaringan semakin padat/crowded, mulai dipikirkan cara lain untuk membangun sambungan. Akhirnya dipilih sambungan dengan kabel, yang kemudian dikenal sebagai Yellow Cable Network, menyambungkan lebih banyak jurusan dan himpunan mahasiswa di ITB. Albarda, salah seorang staf pengajar Jurusan Teknik Elektro (Dept. of Electronics Engineering) memprakarsai penginstalasian jaringan ‘Kabel Kuning’ tersebut dengan ijin dan pendanaan dari Ketua Jurusan Teknik Elektro.
“…Karena udah mulai bisa pakai internet, pake web browsing. Oh udah, yang lain2 ikut! “Gimana caranya?”…Ya itu awalnya, gotong royong…Kamu punya apa, punya apa, ya sama2 ngejalanin. ... Jadi memang disitu akan terjadi perubahan budaya juga, karena kita apa ya, meminta, bukan meminta, ya, me...me-anukan orang, apa ya, mengajak orang, tapi juga “’Nih, punyamu ini! Ini punya kalian ini, barangnya barang kalian tapi barang kalian ini juga harus bisa dilewatin orang lain ini. Bolehlah orang lain ikut juga!” Jadi gotong royong, sambung-menyambung gitu. Nah, mulai dari situ berkembang…” (Basuki Suhardiman; Interview DR. Joshua Barker 4 Juli 2005)
Selain mengembangkan Local Area Network ini, CNRG juga banyak membantu para anggotanya dalam mengembangkan kemampuan teknis seputar aplikasi dan pengetahuan teknis komputer. Ketika jaringan lokal ITB berkembang ke Himpunan Mahasiswa, sejumlah user/pengguna jaringan secara tidak langsung mendapatkan masukan teknis dan aplikasi komputer; dan hal ini tidak terbatas pada user laki-laki (tanpa bermaksud berbicara gender disini). Pernah ada seorang mahasiswi yang menggunakan jaringan untuk chatting dengan rekannya melalui IRC, kemudian tiba-tiba sambungan putus karena urusan teknis: ada salah satu kabel (komponen?) yang putus. Ketika mahasiswi tersebut complaint (mengeluh) karena keasyikannya chatting terganggu, seseorang (yang kelihatannya anggota CNRG) kemudian menyuruhnya untuk memperbaiki sendiri kabel/komponen yang putus.
"Kau jangan protes-protes! Hayo sini, bawa. Kau lihat ini putus kan?! Kau bor ini, caranya gini, nah sekarang kamu nyolder!" Ketika si user mahasiswi terlihat keberatan melakukannya, "Ngga? Kamu mau chatting ngga?!" sehingga akhirnya mahasiswi tersebut terpaksa melakukannya juga. Dari sana ia sedikit banyak belajar mengenai teknis komputer, sehingga berikutnya ketika ada kesulitan semacam itu, ia bahkan turun tangan membereskannya, dan kecakapannya menjadi tidak kalah dengan mahasiswa/laki-laki.
Kemudian ketika itu anggota CNRG memang didominasi mahasiswa ataupun tenaga akademis dari jurusan Elektro, namun ketika kemudian sejumlah orang dari jurusan Informatika ikut bergabung, kadang terjadi friksi/pertentangan pemikiran dalam pengembangan jaringan ataupun programming. Namun para senior CNRG kemudian mempergunakan perbedaan tersebut dengan memfokuskan kerja seorang anggotanya untuk kasus/jenis pekerjaan tertentu. Misalnya seorang anggota memiliki kemampuan lebih dalam hal programming, maka orang tersebut akan lebih banyak diberi tugas yang berhubungan dengan programming, dengan tetap memberi kebebasan untuk mengeksplorasi kemampuan teknisnya dalam hal-hal yang lain.
Para senior CNRG kala itu memang tidak mengindahkan gender maupun dasar keahlian (dilihat dari jurusan mana orang yang bersangkutan berasal) dalam mengembangkan kecakapan teknis, karena keinginan para senior di CNRG untuk tidak membatasi transfer ilmu pada kalangan manapun yang ikut terlibat dalam pengembangan pengetahuan dan kecakapan komputer dan jaringan / network. Justru latar belakang yang berbeda tersebut yang sedikit banyak membantu dalam pengembangan Local Area Networking di kampus ITB. (Basuki Suhardiman, Interview DR. Joshua Barker 4 July 2005)
Kamis, 19 Maret 2009
Kabel Serat Optik
kabel kaca antara 1 – 10 mm untuk jenis monomode dan 50 – 60 mm untuk jenis multi mod
pembungkusnya 125 mm
tiap haspel ( gulungan) dapat membawa kabel fiber optik sampai 1 km
Redaman jauh lebih kecil
Jarak jangkau dapat mencapai 70 km antar repeater.
Filling material
Fiber optik
Kevlar /penyangga
Polyurethane jacket
Kevlar
Poliurethane jacket
Coated aluminium
Black polyethylene outer jacket
n
step index mode
N
Gradual index mode
v Sistem Komunikasi Serat Optik
SKSO à Sistem komunikasi yang dalam pengiriman dan penerimaan sinyal informasinya menggunakan sumber optik dan detektor optik
Serat optik terdiri dari tiga bagian utama yaitu :
Core : 2 µm – 125 µm, terbuat dari gelas halus
cladding : 5 µm – 500 µm, terbuat dari gelas halus
coating : terbuat dari plastik
Serat Optik
1. Single Mode Fiber
v Jenis-jenis Serat Optik
Diameter core < Diameter cladding
Digunakan untuk transmisi jarak jauh
à rugi-rugi transmisinya sangat kecil
bandà frekuensi yang lebar
2. Multimode Step Index Fiber
Ukuran intinya berkisar 50 mm – 125 mm dengan diameter cladding 125 mm – 500 mm
Diameter core yang besar digunakan agar penyambungan kabel lebih mudah
Hanya baik digunakan untuk data atau informasi dengan kecepatan rendah dan untuk jarak yang relatif dekat
3. Multimode Graded Index Fiber
0,5 dB
Rugi-rugi konektor
0,2 dB
Rugi-rugi sambungan
0,25 dB/km
Attenuasi maksimum pada 1550 nm
0,4 dB/km
Attenuasi maksimum pada 1310 nm
2 mm
Diameter Cladding ( 1550 nm )
2 mm
Diameter Cladding ( 1310 nm )
0,5 mm
Mode Field Diameter ( 1550 nm )
0,5 mm
Mode Field Diameter ( 1310 nm )
Single mode
Tipe Kabel
Nilai
Karakteristik
Diameter corenya antara 30 mm – 60 mm sedangkan diameter claddingnya 100 mm – 150 mm
Merupakan penggabungan serat single mode dan serat multimode step index
Biasanya untuk jarak transmisi 10 – 20 km à pentransmisian informasi jarak menengah seperti pada LAN
Spesifikasi Teknis Kabel Serat Optik Menurut PT. Telkom
Sentral
FTTZ K
A
optik FTTB N
T
FTTZ O R
FTTZ A
N
kabel tembaga
FTTC FTTH
FTTZ = Fibre to the Zone (RK) FTTC= to the curb(DP)
FTTB = Fibre to the Building FTTH= to the home
Contoh Penyambungan Serat Optik
Propagasi lewat kabel optik
Index bias kaca 1,3 – 1,5
n = c/v c= 3.108 m/s
Jika n = 4/3
maka v=2,25 108 m/s
Panjang gel cahaya dalam kabel optik dapat 0.8 nm, 1.3 nm atau 1550 nm.
Membawa 40.000 VBW atau video
Bebas interferensi
Perambatan multi mode
Step index mode
Gradual index mod
2.5
2.0
1.5
1.0
.5
db/km
.8 .9 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 n m
Redaman oleh kabel optik pada berbagai macam panjang gelombang.
Perhitungan redaman dan jarak jangkau kabel optik
O/p pemancar = 0 dBm minimal power di penerima –37dBm.
Kehilangan power terjadi pada:
Konektor dikedua sisi (1 dB/sisi) 2 dB
Margin untuk penyambungan jika putus 6 dB
Redaman per sambungan /splicing 0,1 dB
Redaman fiber optik 0,2 dB/km
Redaman per km menjadi 0,3 dB/km
Maka jarak antara terminal menjadi (37–2-6)/0,3=97 km
Konektor
Input serial light Light output
Data source source Detektor serial data
fiber optik dengan sambungan
v Penyambungan Serat Optik
Berdasarkan sifatnya, penyambungan serat optik dapat dibedakan menjadi :
Sambungan yang sifatnya permanen
à digunakan untuk menyambungkan dua buah serat optik
à teknik fusion splice
Sambungan yang sifatnya tidak permanen
à menyambungkan serat optik dengan perangkat agar mudah dilepas dan dipasang lagi
à menggunakan alat yang disebut konektor
Perangkat yang digunakan dalam pengujian performansi kabel serat optik
O T D R
Kemampuan OTDR
Mengukur jarak
Mengukur besar loss rata-rata (dB/km)
Mengetahui jenis sambungan
Mengetahui lokasi titik penyambungan dan berapa besar lossnya
Apabila ada gangguan pada serat, maka dapat diketahui apakah patahan atau redaman
Pengukuran dengan OTDR
Deskripsi Tugas
OTDR
Penyambungan Serat Optik menggunakan Fusion Splicer
Menggunakan metode lebur (fusion splice)
Dilakukan dengan meleburkan ujung-ujung dari serat optik yang akan disambungkan dengan menggunakan laser
Menghasilkan loss umumnya kurang dari 0.06 dB
Langkah-langkah penyambungan serat optik menggunakan metode fusion splicer
Deskripsi Tugas
Langkah – langkah Penyambungan
Fiber Optik:
Tahap pemotongan
Tahap Penyambungan
Kabel coaxial / bawah laut
Contoh kabel coaxial Kabel antena TV.
Redamannya < kabel tembaga biasa.
Kapsitasnya penyalurannya mencapai 4000 kanal @3 KHz VBW
Pada kabel laut digunakan kawat penguat karena perenggangan yang cukup besar.
Rangkaian pengulang ( repeater ) untuk hubungan yg jauh
jarak repeater antara 10 km dan dibutuhkan catuan listrik DC
Contoh : kabel transatlantik th 1976, kapasitas 4000 @ 3 KHZ bw, maks frek 28 MHz, 1 kabel dengan diameter 2.4 cm, repeater terbuat dari transistor berjarak 6 km. Panjang kabel = 6400 km.
Sumber :http://fi31riken.multiply.com/journal/item/9/Kabel_Serat_Optik
